Membantu sekolah memakai AI dengan baik, dengan guru tetap memegang kendali
Sekolah tidak otomatis siap AI karena membeli perangkat baru. Kesiapan itu dibangun lewat kurikulum, guru, dan aturan sekolah, dan di situlah kami mulai bekerja. Perangkat menyusul belakangan.
Anggota grup MIK
Anak-anak sudah diminta belajar AI, tetapi kebanyakan sekolah belum dibekali untuk mengajarkannya
Koding dan Kecerdasan Artifisial kini menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah, dengan jam pelajaran mulai kelas 5. Di sisi lain, aturan soal perlindungan anak di internet dan data pribadi mereka juga makin ketat.
Sekolah swasta paling merasakan dua tekanan ini. Orang tua ingin tahu bagaimana sekolah menyikapi AI. Guru diminta mengajarkan hal yang belum pernah mereka pelajari. Pimpinan sekolah harus memutuskan alat mana yang aman, siapa yang bertanggung jawab, dan apa yang perlu dijelaskan kepada orang tua. Sering kali semua itu harus dipecahkan sendiri, dari satu vendor ke vendor berikutnya.
Yang paling cepat masuk ke sekolah biasanya yang paling mudah dijual: kelas koding, tablet, atau chatbot. Masing-masing hanya menjawab sebagian kecil persoalan. Sekolah yang sudah punya aplikasi AI, tetapi belum punya kebijakan, belum punya guru terlatih, dan belum tahu ke mana data siswanya mengalir, sebenarnya belum siap. Yang bertambah justru risikonya.
Kami mendirikan MSP untuk menggarap persoalan yang lebih besar itu, langkah demi langkah, dengan biaya yang terjangkau dan cara yang aman untuk anak.
Seperti apa sekolah yang siap AI
Sumber: Kemendikdasmen, Koding dan Kecerdasan Artifisial; Kepmendikdasmen No. 127/P/2025.
Enam prinsip ini kami pegang di setiap keputusan produk, termasuk ketika prinsip itu membuat kami lebih sulit berjualan
| Prinsip | Dalam praktiknya | |
|---|---|---|
| 1 | Yang perlu siap adalah sekolahnya, bukan perangkatnya. | Kami mulai dari kurikulum, kemampuan guru, dan kebijakan sekolah. Perangkat datang paling akhir, itu pun setelah sekolah siap memakainya. |
| 2 | Guru adalah kuncinya. | Satu guru yang terlatih dan percaya diri bisa menjangkau ratusan siswa setiap tahun. Karena itu kami membekali guru lebih dulu, sebelum membuat apa pun untuk siswa. |
| 3 | Lebih sedikit layar bisa berarti desain yang lebih baik. | Di kelas-kelas awal, banyak kegiatan dilakukan tanpa gawai. Anak belajar pola, data, dan logika lewat kertas, benda, dan diskusi. Sesi AI dibuat singkat, terarah, dan dipandu guru. |
| 4 | AI membantu, manusia yang memutuskan. | AI tidak kami pakai untuk menentukan nilai akhir, memberi sanksi, memutuskan penerimaan siswa, atau membuat diagnosis psikologis. Semua itu tetap menjadi wewenang guru dan tenaga profesional. |
| 5 | Data anak adalah milik anak dan keluarganya. | Kami hanya menjaganya. Data disimpan di Indonesia, bisa diunduh dalam format terbuka, dan bisa dihapus kapan pun diminta. |
| 6 | Sekolah tidak boleh terkunci, termasuk oleh kami. | Semua komponen yang kami pakai punya antarmuka terbuka dan bisa diganti. Kami ingin sekolah bertahan karena programnya bermanfaat, bukan karena repot untuk pindah. |
Yang tidak akan kami lakukan
- Berjualan dengan menakut-nakuti soal ujian
- Mendahulukan penjualan paket perangkat
- Memberi anak chatbot tanpa batas
- Membuat profil anak tanpa sepengetahuan keluarganya
- Membawa data siswa ke luar Indonesia
- Meniru program luar negeri mentah-mentah
Kelas koding sudah banyak; yang belum ada adalah mitra yang mendampingi seluruh sekolah berubah
Indonesia sudah punya banyak penyedia kelas koding dan robotika yang bagus, dan banyak di antaranya kini menambahkan materi AI. Kami tidak mengaku sebagai satu-satunya yang mengajarkan AI. Peran yang kami ambil berbeda: mendampingi sekolah sebagai lembaga saat mengadopsi AI. Tata kelola, sertifikasi guru, dan pengelolaan data anak kami perlakukan sebagai produk utama, bukan pelengkap.
| Layanan | Sekolah koding pada umumnya | Rencana MSP |
|---|---|---|
| Pengajaran koding | Utama | Utama, sebagai bagian dari kurikulum |
| Selaras dengan mata pelajaran nasional Koding dan KA | Tergantung penyedia | Utama |
| Sertifikasi guru | Tergantung penyedia | Utama |
| Tata kelola dan kebijakan AI di tingkat sekolah | Jarang digarap | Utama |
| Pengelolaan data anak sesuai PP 17/2025 | Jarang digarap | Utama |
| Asisten AI untuk guru | Baru mulai ada | Utama |
| Pendamping belajar siswa yang diawasi | Tergantung penyedia | Utama, menyusul di tahap berikutnya |
| Pantauan tingkat yayasan untuk banyak kampus | Terbatas | Utama |
| Diagnostik kesiapan AI | Jarang | Layanan pembuka kami |
Sekolah swasta di Jabodetabek yang sudah serius berinvestasi untuk siswanya dan ingin punya program AI yang bisa mereka jelaskan kepada orang tua.
Yayasan dan grup sekolah dengan banyak kampus. Cukup satu perjanjian, satu program guru, dan satu aturan untuk semua kampusnya.
Langsung ke sekolah, dan juga lewat lembaga bimbel serta mitra pendidikan yang sudah dipercaya sekolah dan orang tua.
Enam modul kami perkenalkan bertahap: kurikulum dulu, perangkat keras paling belakang
1AI Curriculum as a Service
Kurikulum berjenjang untuk kelas 5 sampai 12 yang mengikuti mata pelajaran nasional Koding dan KA. Isinya rencana pelajaran, proyek, dan asesmen, dan kami perbarui setiap tahun.
2Teacher AI Academy
Sertifikasi guru dalam tiga tingkat, diberikan per kelompok guru di sekolah. Ada juga jalur untuk mencetak pelatih, supaya grup sekolah bisa melatih gurunya sendiri.
3School AI Governance
Diagnostik kesiapan sekolah, aturan pemakaian AI, templat persetujuan orang tua, daftar alat yang boleh dipakai, dan panduan integritas akademik.
4Student AI Studio
Klub, tim lomba, proyek, dan program liburan tempat siswa membuat sesuatu dengan AI. Semuanya berjalan bersama sekolah, bukan terpisah darinya.
5AI School Copilot
Dimulai dengan asisten untuk guru. Setelah itu pendamping belajar untuk siswa, dengan batas yang diatur guru. Terakhir, alat bantu untuk pimpinan sekolah.
6AI Lab as a Service
Lab terkelola dan perangkat bersama untuk sekolah. Baru kami tawarkan setelah program sekolah cukup matang untuk memakainya dengan baik.
Kurikulum yang ikut tumbuh bersama anak
| Tahap | Kelas | Yang dipelajari | Porsi layar |
|---|---|---|---|
| AI Discover | 5-6 | Berpikir komputasional, pola dan data, mengenal AI, etika digital | 40-50% kegiatan tanpa gawai |
| AI Builder | 7-9 | Pemrograman blok, algoritma, machine learning sederhana, proyek terapan | Berbasis proyek, dengan sesi terpandu |
| AI Innovator | 10-12 | Python, analisis data, machine learning, AI yang bertanggung jawab, proyek akhir | Proyek akhir lintas mata pelajaran |
Kami yang berhubungan langsung dengan sekolah; di belakang kami ada mitra spesialis yang bisa diganti dan ikut aturan yang sama
Sekolah berlangganan program tahunan dengan tiga pilihan paket, dari paket kurikulum dasar sampai program unggulan yang sudah mencakup tata kelola, sertifikasi guru, dan kegiatan inovasi. Harga perangkat keras selalu terpisah dan tidak pernah menjadi syarat ikut program. Yayasan cukup membuat satu kontrak untuk beberapa kampus sekaligus.
Kenapa per tahun ajaran, bukan lisensi? Lisensi hanya memberi akses ke sebuah alat. Dengan berlangganan satu tahun ajaran, sekolah mendapat program lengkap dengan orangnya: guru dilatih, kebijakan dijalankan, dan kemajuan ditinjau tiap semester. Menurut kami, itulah yang membuat AI benar-benar dipakai di sekolah, dan untuk hasil itulah kami siap dimintai pertanggungjawaban.
Mulai · Jabodetabek
Beberapa sekolah mitra desain, supaya kami bisa melatih guru secara tatap muka dan cepat belajar dari lapangan.
Lalu · Yayasan dan kota besar
Yayasan dengan banyak kampus, lalu kota seperti Surabaya, Bandung, dan Denpasar.
Kemudian · Lebih luas
Kota-kota lain, lab, dan rekam belajar siswa, setelah programnya terbukti berjalan di sekolah.
Kelak kami ingin setiap anak punya catatan tentang apa yang sudah ia buat dan pelajari, berdasarkan bukti nyata
Rapor merangkum seorang anak dalam beberapa angka. Banyak hal yang bisa ia lakukan, dan bagaimana ia berkembang, tidak pernah tercatat. AI memungkinkan bukti-bukti itu disimpan dan dirapikan jauh lebih baik. Namun AI juga bisa dipakai untuk memberi label yang keliru kepada anak, dari data yang tidak pernah mereka setujui untuk diberikan.
Rekam belajar yang kami bayangkan berisi karya siswa beserta revisinya, catatan pengamatan guru berdasarkan rubrik yang jelas, dan refleksi siswa sendiri. AI membantu merapikan bukti itu dan mengusulkan apa artinya. Setiap catatan merujuk ke karya aslinya, dan gurulah yang menentukan maknanya.
Kami membangunnya mulai dari lapisan yang risikonya paling kecil. Biometrik, rekam medis, pelacakan lokasi, aktivitas media sosial, dan profil psikologis buatan AI tidak akan pernah masuk ke produk inti kami.
Sebagai perusahaan baru, kami memperlakukan gagasan kami sebagai dugaan dan menyebutkan bukti yang bisa menunjukkan kami salah
| Dugaan kami | Cara kami mengujinya |
|---|---|
| Sekolah mau membayar program untuk seluruh sekolah, bukan sekadar pelajaran koding | Sekolah menandatangani program tahunan yang mencakup tata kelola dan pengembangan guru, selain kurikulum |
| Guru mau menyelesaikan sertifikasi yang cukup berat, asalkan cocok dengan jadwal kerja mereka | Sebagian besar guru yang ikut menyelesaikan tingkatnya dan menerapkannya di kelas |
| Pendekatan minim layar bisa membuat orang tua puas dan tetap melatih keterampilan nyata | Orang tua menyatakan percaya pada program, dan siswa menyelesaikan proyek yang menunjukkan kemampuan mereka |
| Desain yang menjaga privasi menjadi nilai tambah, bukan sekadar biaya | Arsitektur data anak kami lolos tinjauan independen, dan sekolah menyebutnya sebagai alasan memilih kami |
| Sekolah bertahan karena programnya bermanfaat | Sekolah ingin memperpanjang setelah tahun pertama, tanpa terikat data atau perangkat keras |
Mari berbincang, terutama jika Anda sepaham dengan kami tentang cara AI sebaiknya sampai ke anak
- Pimpinan sekolah dan yayasan yang mau menjadi mitra desain untuk program pertama kami
- Guru yang ingin ikut membentuk Teacher AI Academy
- Lembaga bimbel dan mitra pendidikan yang sejalan dengan cara kami bekerja
- Mitra teknologi yang siap dengan antarmuka terbuka dan penyimpanan data di Indonesia
- Peneliti yang bisa membantu kami mengukur apa yang benar-benar berhasil
PT Mitra Studia Persada
c/o PT Mitra Integrasi Komputindo
Gedung Permata Kuningan, Lantai 18
Jl. Kuningan Mulia Kav. 9C
Jakarta 12980, Indonesia